Dianggap Banyak Manfaat, Mahasiswa KKN 56 UTM Berikan Penyuluhan Budidaya Tanaman Hidroponik

Dianggap Banyak Manfaat, Mahasiswa KKN 56 UTM Berikan Penyuluhan Budidaya Tanaman Hidroponik

SAMPANG (Jurnalmojo.com) – Puluhan masyarakat Desa Tambaan, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang mengikuti penyuluhan budidaya tanaman secara hidroponik di Kantor Kecamatan Camplong, Kamis (2/08/2018).
Kegiatan tersebut merupakan rangkaian program dari Kuliah Kerja Nyata (KKN) 56 Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) yang juga bekerjasama dengan Pemerintah Desa Tambaan.
Penanggung jawab kegiatan Siti Nur Umamah mengatakan bahwa budidaya tanaman hidroponik merupakan salah satu cara budidaya tanaman yang memiliki banyak manfaat.
Hidroponik sendiri biasanya menggunakan air atau tanpa menggunakan tanah sebagai media tanamnya, dan tanaman yang ditanam biasanya berupa sayuran, buah-buahan dan tanaman hias.
“Tanaman yang ditanam secara hidroponik akan menghasilkan tanaman yang terbebas dari hama dan penyakit,” ujarnya.
Selain itu, bertanam dengan cara hidroponik merupakan cara menanam yang ramah lingkungan karena dalam praktiknya budidaya tanaman secara hidroponik tidak menggunakan pestisida yang tentunya tidak baik bagi lingkungan dan kesehatan manusia.
Karena dalam perawatannya tak perlu dilakukan penyiraman secara rutin, bertanam secara hidroponik dianggap sangatlah mudah dan cocok untuk petani di desa untuk lebih mengembangkan potensi di daerahnya.
Desa Tambaan sendiri merupakan desa yang mempunyai lahan pertanian yang cukup luas, oleh sebab itu sebagain mata pencaharian masyarakatnya merupakan seorang petani.
Pada saat musim kemarau, para petani di Desa Tambaan tidak dapat memanfaatkan lahan pertanian secara maksimal karena disebabkan lahan terlalu kering karena kekurangan air.
“Bertanam secara hidroponik merupakan solusi untuk masyarakat Desa Tambaan agar pada saat musim kemarau mereka dapat melakukan aktivitas bertani tanpa harus khawatir kekurangan air karena dalam budidaya tanaman secara hidroponik air yang dibutuhkan tidak sebanyak dengan budidaya tanaman secara konvensional,” ungkapnya.
Selain itu, bertanam secara hidroponik juga dapat dilakukan oleh ibu-ibu rumah tangga sebagai hobi yang mendapatkan penghasilan, mengingat bertanam secara hidroponik tidak memerlukan lahan yang luas dan bisa diterapkan di halaman rumah.
Dalam kesempatan tersebut, pihaknya berharap setelah dilaksanakannya penyuluhan budidaya tanaman secara hidroponik tersebut nantinya akan diterapkan di Desa Tambaan oleh para petani desa maupun non petani untuk menambah penghasilan mereka.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemberian vaksin sebagai pencegahan penyakit difteri pada anak

“Penyuluhan dan Pelatihan Frozen Food Nugget Ikan Laut”