Pemberian vaksin sebagai pencegahan penyakit difteri pada anak

Pemberian vaksin sebagai pencegahan penyakit difteri pada anak


Maraknya kasus menyebarnyan wabah penyakit difteri di Indonesia menyebabkan meningkatnya kewaspadaan masyarakat dan dinas kesehatan untuk lebih proaktif dalam penanggulangan penyakit menular tersebut. Kementerian kesehatan menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) yang merupakan respon darurat untuk mengklarifikasi dan menanggulangi wabah penyakit baik menular maupun tidak menular dalam kurun waktu tertentu.
Difteri merupakan penyakit menular melalui udara yang disebabkan oleh bakteri corynebacterium diphtheriae yang dapat mempengaruhi selaput lendir hidung dan tenggorokan. Ciri yang sangat khas dari munculnya penyakit difteri adalah munculnya pseudomembran atau selaput yang berwarna putih keabuan di bagian belakang tenggorokan. Hal ini menyebabkan rasa sakit saat menelan yang kadang juga di sertai pembesaran kelenjar getah bening dan pembengkakan jaringan lunak di leher. Difteri dapat menyebabkan komplikasi, dimana detak jantung yang tidak normal bahkan menyebabkan gagal jantung.
Salah satu cara untuk menekan penularan penyakit difteri adalah dengan melakukan pemberian vaksin difteri sejak dini. Pemberian vaksin difteri sejak dini dapat membantu memperkebal sistem imun dalam tubuh anak. Sejumlah tenaga medis puskesmas Camplong kabupaten sampang telah bekerjasama dengan pihak sekolah dalam pemberian vaksinasi difteri pada siswa terutama di SDN 2 Tambaan. Anggota kelomok 56 KKN Tematik Universitas Trunojoyo Madura telah membantu dalam pemberian suntik vaksin difteri secara bergilir sebanyak kurang lebih 153 siswa SDN 2 Tambaan pada hari Rabu, 25 Juli 2018.
Banyak faktor medis maupun non medis yang secara tidak langsung dapat menyebabkan meningkatnya penyebaran penyakit difteri, antara lain: banyaknya orang tua yang tidak suka terhadap efek yang ditimbulkan oleh suntik vaksin DPT, lingkungan yang terlalu padat mempercepat penularan penyakit difteri, adanya berita vaksin palsu pada bulan juni 2016 mempengaruhi pandangan masyarakat terhadap fungsi vaksin, pendidikan orang tua yang rendah mempengaruhi pandangannya mengenai pola hidup sehat dan bersih, adanya pandangan bahwa vaksin itu haram yang telah di klarifikasi oleh Majelis Ulama Indonesia.
Faktor penyebab penularan penyakit difteri berpengaruh pada peran penting orang tua terhadap gaya hidup dan kesehatan anak. Orang tua sebaiknya mengenali gejala – gejala yang timbul darinya, antara lain: demam tinggi, nafsu makan menurun, terasa nyeri di tenggorokan saat menelan. Tanda yang khas terjadi pada penderita difteri yaitu adanya selaput putih keabu-abuan di tenggorokan atau hidung serta pembengkakan pada leher. Jika anak mengalami tanda- tanda tersebut maka orang tua harus sesegera mungkin memeriksakannya. Sedangkan untuk pencegahan dari penyakit difteri sebaiknya orang tua lebih memberikan perhatian pada kebersihan makanan yang dikonsumsi anak, hindari jajan sembarangan untuk meminimalisir penularan penyakit.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

“Penyuluhan dan Pelatihan Frozen Food Nugget Ikan Laut”